
Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Babussalam Sula, melalui Kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKLI -XIII) Menyelenggarakan Kegiatan RIHLAH dalam bentuk SiLaturrahim dan Jiarah ke Makam (perkuburan) YA HIA FAI LEHA di desa Waigoiyofa.
Kegiatan Ini Dilaksanakan Dalam Bentuk kerja sama antara kelompok KKLI desa Waigoiyofa dan kelompok KKLI di wilayah Kampus, didampingi Langsung Oleh Dosen Pendamping Lapangan Sahabuddin Lumbessy, S.Pd.I., M.Pd.I dan Samsudin Buamonabot, S.Fil.I., M.Ag.

Samsudin B. menjelaskan..”sebagai DPL di desa Waigoiyofa saya mendorong para mahasiswa untuk menganangkat topik KKLI mereka berkaitan dengan pelestarian tradisi dan budaya masyarakat. Karena berdasarkan hasil observasi awal di desa Waigoiyofa masih terdapat banyak aset budaya baik yg bersifat fisik maupun non fisik. Salah satu yang bersifat fisik ialah mengunjungi beberapa tempat yg diketahui sebagai desa tua dari waigoiyofa. Hal tersebut di tandai dengan terdapat beberapa kuburan tua (jeri) diantaranya diyakini masyarakat setempat sebagai milik para mubalig dan kapita dari soa Fagud sekaligus menggali dan mencoba memetakan aset sejarah yg bersifat lisan yang cukup berharga. kemudian untuk kemepentingan laporan akademik akan didokumentasikan agar bisa diketahui dan diwariskan ke generasi selanjutnya.
Dukungan Terhadap Pelaksanaan Kegiatan ini, dihadiri langsung Oleh Kepala Desa Waigoiyofa Gairil Basahona, S.IP dan Ketua BPD Hamsir Buamona S.HI yang bertindak sebagai Pengantar/penunjuk jalan dalam pelaksanaan Kegiatan ZIARAH.

Kepala Desa Waigoiyofa Gairil Basahona Menuturkan bahwa, ” Kami sangat Mendukung Proses kegiatan ini, dan Memberi apresiasi karena dengan adanya Kegiatan ini nilai-nilai Sejarah dan Tradisi akan DIketahuai oleh kita dan generasi kita, Semoga Rencana Kegiatan ini Bisa sukses dan tindak lanjutya sampai dengan menulis tentang Sejarah YA HIA FAI LEHA”.
Sahabuddin sebagai Dosen Pendamping mengungkapkan Bahwa Pelaksanaan Kegiatan Ini bertujuan Sebagai Edukasi Terhadap pemahaman terhadap Nilai-nilai sejarah dan Tradisi yang ada di wilayah Desa Waigoiyofa, edukasi dimaksudkan Untuk Mahasiswa Yang ada bisa Memiliki pengalaman bersosialisasi dengan Masyarakat secara baik dan bersama Menjadikan Nilai-nilai Sejarah dan Tradisi sebagai bentuk Penguatan sistem sosial kemasyarakatan”.

Rencana Tindak Lanjut dari Rihlah ini akan dilanjutkan Oleh Mahasiswa KKLI angkatan Ke -XIII di desa Waigoiyofa dengan menyelenggarakan Musyawarah bersama Pemuda/Masyarakat Guna Membahas dan membentuk Forum/Sanggar Pemuda Penjaga Tradisi, serta MoU antara STAI Babussalam Sula Dengan Pihak Desa dalam Rangka Pengembangan Desa Binaan. tutup Sahabuddin

