
SANANA — Kapolres Kepulauan Sula, AKBP Handres, S.H., S.I.K. menyampaikan kuliah umum kepada mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Babussalam Sula, Maluku Utara, dengan mengangkat tema “Bahaya Internet di Era Tanpa Batas: Menavigasi Ruang Digital, Menghadapi Ancaman Siber, dan Menjaga Generasi dari Jebakan Dunia Maya”, Selasa 01/09/2026.
Dalam penyampaiannya, AKBP Handres mengingatkan para mahasiswa agar lebih bijak dan berhati-hati dalam memanfaatkan perkembangan teknologi digital, termasuk penggunaan AI (Artificial Intelligence), telepon seluler, tablet, maupun perangkat digital lainnya dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, kemajuan teknologi memberikan banyak manfaat bagi masyarakat, khususnya generasi muda dan mahasiswa dalam menunjang proses pembelajaran, komunikasi, serta pengembangan kreativitas. Namun, di sisi lain, penggunaan teknologi yang tidak tepat dan tidak bertanggung jawab dapat menimbulkan berbagai dampak negatif.
“Generasi muda, khususnya mahasiswa, harus lebih berhati-hati dan bijak dalam menggunakan teknologi. Jangan sampai kemajuan teknologi justru digunakan untuk hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain,” pesan AKBP Handres.
Ia juga mengingatkan bahwa ruang digital memiliki berbagai potensi ancaman, mulai dari penipuan daring, penyebaran informasi palsu, perundungan siber, pencurian data pribadi, hingga berbagai bentuk kejahatan siber lainnya.
Karena itu, mahasiswa diharapkan mampu menjadi generasi yang cerdas dan bertanggung jawab dalam menggunakan internet. Setiap informasi yang diterima maupun dibagikan di media digital harus terlebih dahulu dipastikan kebenaran dan manfaatnya.
Kapolres Kepulauan Sula juga menekankan pentingnya menjaga etika dalam bermedia sosial. Menurutnya, setiap aktivitas yang dilakukan di ruang digital dapat meninggalkan jejak digital sehingga pengguna harus mempertimbangkan dampak dari setiap unggahan, komentar, maupun informasi yang dibagikan.

Melalui kuliah umum tersebut, AKBP Handres berharap mahasiswa STAI Babussalam Sula tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi penggerak literasi digital yang bijak, kritis, dan bertanggung jawab, sehingga dapat turut menjaga diri, keluarga, lingkungan kampus, serta masyarakat dari berbagai ancaman di dunia maya.
Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai pentingnya membangun budaya digital yang sehat, aman, dan produktif di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.


