Pererat Sinergi, Mahasiswa STAI Babussalam Sula Mulai Mengabdi di Pulau Taliabu

Sebanyak 13 mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Babussalam Sula, Maluku Utara, resmi diterjunkan untuk melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan Integratif (KKLI) Angkatan XIII Tahun 2026 di Desa Wayo, Kecamatan Taliabu Barat, Kabupaten Pulau Taliabu.

Acara penyerahan mahasiswa pengabdian ini berlangsung khidmat di Kantor Desa Wayo pada Jumat (24/4/2026) sore, sekitar pukul 14.00 hingga 15.00 WIT.

Kepala Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) sekaligus Dosen Pendamping, Sahabuddin Lumbessy, mengungkapkan bahwa KKLI merupakan agenda rutin akademik bagi mahasiswa semester delapan. Pemilihan wilayah Taliabu sebagai lokasi pengabdian tahun ini memiliki misi penting.

“Penetapan lokasi KKLI di wilayah Taliabu merupakan bagian dari proses mempererat hubungan pihak akademik STAI Babussalam Sula dengan Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Pulau Taliabu,” ujar Sahabuddin dalam sambutannya.

Prosesi penyerahan mahasiswa dilakukan secara resmi oleh Sekretaris Panitia KKLI, Samsudin Buamona B, S.Fil.I., M.Ag., kepada Pemerintah Desa Wayo yang diwakili oleh Sekretaris Desa, Samiun Lambili. Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Pemerintahan Kecamatan (Camat) Taliabu Barat.

Dalam arahannya, Camat Taliabu Barat menyambut hangat kehadiran para mahasiswa dan berharap para peserta KKLI dapat segera melebur dengan warga sekitar.

“Mahasiswa KKLI diharapkan bisa bekerja sama dengan masyarakat, melakukan sosialisasi perkenalan dengan baik, serta melaksanakan program yang benar-benar bermanfaat bagi warga,” tuturnya.

Ragam Program Fisik dan Non-Fisik

Dalam pertemuan tersebut, pihak mahasiswa menawarkan sejumlah rencana program kerja yang siap dieksekusi selama masa pengabdian:

  • Kegiatan Fisik: Pembuatan tugu batas desa dan aksi bakti sosial lingkungan.
  • Kegiatan Non-Fisik: Kerja sama dengan Majelis Taklim dan Taman Pengajian, sosialisasi penerimaan mahasiswa baru STAI Babussalam di SMA se-Kota Bobong, pengabdian masyarakat berupa pelatihan/Bimbingan Teknis (Bintek), serta ruang sarasehan atau dialog warga.

Menanggapi rencana tersebut, Sahabuddin Lumbessy menegaskan bahwa seluruh program yang ditawarkan akan didiskusikan lebih lanjut dengan pemerintah kecamatan dan desa setempat agar berjalan selaras dengan kebutuhan riil warga.

“Apapun kegiatan mahasiswa yang direncanakan tetap harus dibicarakan secara baik dengan pemerintah desa dan masyarakat setempat untuk disepakati bersama,” tambahnya.

Sebagai informasi, selain menempatkan kelompok di Desa Wayo Pulau Taliabu, STAI Babussalam Sula juga menyebar mahasiswa KKLI tahun ini di wilayah Pulau Sulabesi, meliputi Desa Waigoiyofa, Desa Waisepa, Desa Baleha, Desa Waigai, dan Desa Wainib.